Hari Ayah 25 Desember

Seorang lelaki pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” beliau menjawab, “Ibumu.” Lelaki itu bertanya lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau kembali menjawab, “Ibumu”. Lelaki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab, “Ibumu”. Lalu siapa lagi? Tanyanya. “Ayahmu,” jawab beliau.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)


Peran seorang ibu sungguh sangat mulia. Ia mengandung, menyusui dan mengasuh anaknya tanpa keluh kesah, dengan tulus seorang ibu juga membimbing anaknya hingga mandiri. Di tengah kesibukan itu pula, seorang ibu menjadi pendamping suami sekaligus mengelola rumah tangga.
Tak mudah memang jadi seorang ibu, namun begitulah. Ketulusannya menjadikan kekuatan tersendiri bagi rumah tangga. Saking mulianya seorang ibu, Nabi Muhammad Saw meminta kita untuk mendahulukan ibu dibanding ayah. Nabi menyebut ibu hingga tiga kali untuk menghormatinya, baru kemudian ayah.

Setiap tahun hari ibu memang selalu diperingati dan setiap tahun pula temanya berbeda.Tujuan dari memperingati hari ibu adalah untuk mengenang jasa-jasanya yang begitu besar, sehingga kita mampu menempatkan seorang ibu di tengah kehidupan dengan sebaik-baiknya. Namun ada hal yang saya fikir perlu dipertanyakan, jika hari ibu disepakati oleh masyarakat luas jatuh pada tanggal 22 Desember, lalu kapankah ada hari ayah? Ayah kan juga sangat berjasa dalam kehidupan manusia? Siapakah yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarga? Siapakah yang mendidik dan mengayomi keluarga? Siapakah yang harus paling ditaati oleh seorang ibu dalam keluarga?
Mengacu pada hal tersebut, saya fikir kita juga harus menetapkan hari ayah sebagaimana hari ibu ditetapkan, karena dalam hadits diatas pun Rasulullah SAW menyebutkan ayah sebagai orang yang harus ditaati (hal ini karena ayah pun memiliki jasa yang sangat besar) setelah ibu.
Jika hari ibu ditetapkan pada tanggal 22 Desember, sedang Rasulullah SAW menempatkan ketaatan kepada ayah 3x setelah ibu, bagaimana jika hari ayah kita tetapkan pada tanggal 25 Desember..???
Ya, tanggal 25 Desember..3 hari setelah tanggal 22 Desember..
Saya fikir hal ini cukup menarik.. bagaimana dengan teman-teman yang lain..? ^_^

Jum'at, 23 Desember 2011
PPNI Kobong 7 Sunan kalijaga

Bagikan Artikel ini :
 

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Memeberi Meski Tak Berarti - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger