SYARAT-SYARAT TAUBAT


Manusia memang salah satu sifat yang dimiliki oleh manusia adalah tak luput dari dosa, dan sebaik-baik pendosa adalah meraka uyang segera bertaubat atas apa yang ia lakukan. Allah SWT senantiasa mengampuni segala dosa hambanya yang bertaubat. Bahkan dalam surat At-Tahrim ayat 8 Allah SWT berfirman “Wahai orang-orang yang beriman!

Bertaubatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan mu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam syurga-syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedsang cahaya mereka memancar dihadapan dan disebelah kanan mereka, sambil berkata “ Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesunnguhnya Engkau Maha Kuasa Atas Segala sesuatu””.
Dari ayat tersebut tergambar bahwa kita sebagai umat manusia harus senanstiasa bertaubat kepada Allah SWT dengan taubat yang sebenar-benarnya. Rosullah yang sudah dijamin masuk syurga oleh Allah pun senantiasa bertaubat kepada Allah SWT, mengapa kita yang belum tentu nasibnya di akhirat kelak masih berleha-leha tanpa merasa berdosa pada Alllah SWT.
Usman Bin ‘Afan mengatakan “ Aku merasa heran terhadap orang yang yakin akan datangnya kematian, namun masih dia bisa tertawa; aku merasa heran terhadap orang yangmengetahui bahwa dunia ini akan rusak, namun diatetap begitu mencintainya; aku heran terhadap orang mengetahui bahwa segala sesuatu itu telah ditentukan Allah, tetapi dia merasa sedih terhadap apa yang luput darinya;aku merasa heran terhadap orang yang mengrtahui adanya hisab, namun tetap mengumpul-ngumpulkan harta benda; aku merasa heran terhadap orang yang meyakini adanya neraka, tetapi dia tetap brebuat dosa; aku heran terhadap orang yang trehadap orang yang meyakini adanya syurga, namun ia masih tetap bersenang-senang dengan kesenangan dunia”.
Itulah gambaran syair bagaimana kita ingin menggapai ridho Allah, namun perbuatan yang dilakukan jauh dari hal yang menyebabkan Allah ridho terhadap kita.
Taubat dari segala dosa hukumnya adalah wajib. Jika maksiat itu terjadi antara hamba dengan Allah, tidak berkaitan dengan hak manusia maka ada tiga syarat taubat :
• Hendaknya ia meninggalkan maksiat tersebut.
• Menyesali perbuatannya.
• Berniat teguh untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut selama-lamanya.
Apabila salah satu syarat ini tidak terpenuhi, maka taubatnya tidak sah.
Adapun jika maksiat itu berkaitan dengan hak manusia maka taubat itu diterima dengan empat syarat. Yakni ketiga syarat di muka, dan yang keempat hendaknya ia menyelesaikan hak yang bersangkutan.
o Jika berupa harta atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya.
o Jika berupa had (hukuman) atas tuduhan atau sejenisnya maka hendaknya had itu ditunaikan atau ia meminta maaf darinya.
o Jika berupa ghibah (menggunjing) maka ia harus memohon maaf.
Ia wajib meminta ampun kepada Allah dari segala dosa. Jika ia bertaubat dari sebagian dosa, maka taubat itu diterima di sisi Allah, dan dosa-dosanya yang lain masih tetap ada. Banyak sekali dalil-dalil dari Al-Qur'an, Sunnah dan Ijma' yang menunjukkan wajibnya melakukan taubat. Dalil-dalil yang dimaksud telah kita uraikan di muka. Allah menyeru kita untuk bertaubat dan ber-istighfar, Ia menjanjikan untuk mengampuni dan menerima taubat kita, merahmati kita manakala kita bertaubat kepada-Nya serta mengampuni dosa-dosa kita, dan sungguh Allah tidak mengingkari janji-Nya.
Ya Allah, terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Amin.

Bagikan Artikel ini :
 

+ komentar + 1 komentar

Anonymous
25 Oktober 2011 pukul 22.30

mantapz....

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Memeberi Meski Tak Berarti - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger